Kamis, 21 Februari 2019

#OOT -Konspirasi dibalik Perindo, Hary Tanoe, dan MNC Group

Semua orang yang memiliki televisi mungkin tidak asing lagi dengan Hary Tanoesoedibjo / Hary Tanoe. Kita mungkin tahu kalau Hary Tanoe adalah keturunan Cina yang lahir di Indonesia. Kita juga mungkin tahu kalau Hary Tanoe adalah Bos MNC Group beragama Kristen. Kita juga tahu kalau Hary Tanoe adalah ketua umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Pada Pemilu tahun 2019, Perindo terdaftar menjadi partai yang bisa dipilih di pemilu. Tentu saja setiap partai wajib melakukan 'ritual' berupa blusukan dan kampanye. Namun, Perindo memiliki strategi kampanye berupa konspirasi terselubung.

Menurut pandangan penulis, ada konspirasi di balik Perindo, Hary Tanoe, dan MNC Group, yang mungkin tidak akan pernah dilakukan sang Dewa Konspirasi di Gensokyo yaitu Kanako Yasaka. Mari kita bahas.

Pembahasan Konspirasi:

Hary Tanoe adalah orang yang cerdas. Dengan perusahaan yang ia dirikan, ia gampang melakukan kampanye curi start. Dengan akal cerdasnya itulah ia mampu melakukan konspirasi terselubung ini.

Contohnya adalah di beberapa produk MNC Group seperti MNC Now, ada promo jika kita masuk. Ada pula promo berhadiah uang. Menurut penulis, promo ini sebenarnya adalah wujud kampanye terlarang yaitu kampanye membagi bagikan harta kepada pendukungnya. Boleh jadi yang menerima promo berterima kasih kepada Hary Tanoe, lalu mendukung Perindo. Namun karena berbentuk promo aplikasi, KPU tidak mendefinisasikan hal ini sebagai kampanye diam diam. Hary Tanoe memang cerdas memanfaatkan celah UU.

Contoh kedua adalah ketika kita memakai produk dari MNC Group seperti memakai Mister Aladin / MNC Travel / produk lainnya. Uang itu tentu disalurkan ke MNC Group. Mungkin saja Hary Tanoe memanfaatkan sebagian uang tersebut untuk kampanye.

Alasan inilah mengapa hak Hary Tanoe diistimewakan, misalnya dalam berita tentang Hary Tanoe di MNCTV, RCTI, dan GTV, di samping namanya ada akun Instagramnya sebagai wujud kampanye. Ini juga alasan mengapa Mars Perindo dan iklan Produk MNC hanya ada di saluran milik MNC Group yaitu MNCTV, RCTI, dan GTV.

Selain itu, ada teori yang mengatakan bahwa acara seperti Super Deal, Uang Kaget, Pantang Ngemis, Bedah Rumah, dll. adalah bagian dari kampanye Perindo. Mungkin ada benarnya, sebab alasan kampanye ini sama seperti di promo produk MNC Group.

Kampanye curi start ini mungkin sengaja dilakukan karena mungkin Hary Tanoe tau kalau melalui politik dan kampanye ia pasti kalah. Udah Cina, Kristen lagi. Mungkin tidak ada yang mau memilih Perindo. Siapa juga yang mau milih antek antek Cina. Oleh karena itu Hary Tanoe mungkin melakukan strategi ini agar orang akan mendukung Perindo.

Kita mungkin pernah mendengar Hary Tanoe gagal menjadi capres. Dari berita ini, kita mungkin bisa menyimpulkan Hary Tanoe adalah orang paling berambisi menjadi presiden, namun gagal karena dalam UUD 1945 dikatakan bahwa presiden haruslah WNI asli, bukan WNI imigran atau WNI keturunan imigran.

Siapa tau, dengan momentum ini salah satu anggota DPR dari Perindo mengamandemen UUD pasal tersebut, lalu Hary Tanoe bisa jadi presiden, dan kalau ia terpilih, siapa tau Indonesia akan jadi negara Alice Margatroid alias negara boneka; walaupun Indonesia berdiri sendiri, sebenarnya Cina yang mengendalikan pemerintahan Indonesia.

Kan gawat itu. Apalagi dalam rapat politik dijelaskan bahwa musuh sebenarnya Indonesia adalah Cina / Negeri 9 Naga.  Kan bahaya tuh kalau kita dikendaliin Hong Meiling. Jika negara kita dikendalikan, definisinya sama seperti dijajah. Siapa sih yang mau dijajah Cina? Kalau Cina berani menyiksa warganya demi uang seperti dalam kasus buruh iPhone di Cina, negara jajahannya bisa ia siksa seperti itu, malah lebih kejam lagi.

Jadi bagi Anda yang ingin memakai jasa MNC Group seperti membeli barang, membeli tiket, dst. (kecuali menonton MNCTV, GTV, dan RCTI), sebaiknya pikirkan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar